Prestasi Mahapala Bumi Lomba Lintas Alam se-Jawa Tahun 2018

Minggu, 4 februari 2017 Mahapala Bumi memberangkatkan 3 tim Lomba Lintas Alam Se-Jawa yang selenggarakan oleh Diponogoro Majenang Pecinta Alam (DIPMAPALA) di SMK Diponegoro Majenang, Jawa Tengah. Kegiatan ini di hadiri 291 tim dari berbagai wilayah di Pulau Jawa. Lomba Lintas Alam ini memperebutkan Tropi Bupati Cilacap dan Tropi DPRD Kab. Cilacap serta Tropi Kepala Sekolah SMK Diponogoro.

Dengan Perjuangan dan Tekad disertai doa Tim Mahapala Bumi berhasil menoreh prestasi sebagai “JUARA III “ kategori umum Putri (Maryam/mnj 4, Istiq/mnj 4 dan Aisatul/TI 4). Mereka berhasil mengalahkan ratusan tim lainnya dengan ketepatan waktu yang ditentukan pihak Panitia dengan panjang jalur lintas 20 km.

Semoga dengan prestasi ini Mahapala Bumi Mampu lebih membawa nama baik institusi kampus dan organisasi ke tingkat yang lebih tinggi…..

Amiiiiinnnnnn yaaa Rabballalamin…

Salam Lestari

Mahapala Bumi Jaya

Temu Wicara dan Kenal Medan XXIX

Mahapala Bumi Universitas Peradaban Memberangkatkan anggotanya pada tanggal 23-28 oktober 2017 di TWKM yang Ke-29 yang di selenggarakan di Marhaen Pecinta Alam (MARPALA) Univ. Bung Karno Jakarta.

TWKM atau yang disebut dengan Temu Wicara Kenal Medan merupakan kegiatan pertemuan antara mahasiswa pecintaalam (Mapala) tingkat Universitas. Agenda ini adalah agenda yang rutin dilaksanakan untuk mempertemukan antara anggota Mapala se-Nusantara baik itu dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pertemuan ini diadakan setiap satu tahun sekali. Selain untuk mempertemukan antara sesama anggota Mapala juga meningkatkan silaturahmi dan pengalaman pesertanya. Dalam kegiatan TWKM dibagi menjadi dua sesua dengan namanya yaitu Temu Wicara dan Kenal Medan.

Temu Wicara merupakan pertemuan yang diikuti oleh setiap anggota Mapala untuk melakukan pembahasan dan pemecahan masalah yang sudah, sedang dan akan terjadi dan terkait pula dengan permasalahan lingkungan hidup. Kegiatan Temu Wicara mirip dengan kongres, muktamar atau sidang. Hal ini karena di dalam pertemuan tersebut membahas tentang organisasi, alam dan lingkungan.
Sedangkan Kenal Medan adalah kegiatan berbentuk pengenalan alam sekitar oleh organisasi kepecintalaman penyelenggara. Kegiatan kenal medan bergantung dengan keadaan alam sekitar dan juga persiapan penyelenggara kegiatan. Bentuk kegiatan kenal medan seperti penjelajahan hutan rimba dan pendakian gunung (Mountaineering), penelusuran goa (Caving), pemanjatan tebing (Rock Climbing), arung jeram (Rafting), penyelaman (Diving dan Snorkeling) dan sebagainya.

RAPAT UMUM ANGGOTA KE IV

hello gaes,
LAPOR!!!
Mahapala bumi telah mengadakan Rapat Umum Anggota ke IV, berlangsung selama empat hari dan di hadiri oleh semua angkatan mahapala bumi, Rapat Umum Anggota ini juga sekaligus membahas laporan pertanggungjawaban ketua umum periode 2016-2017 dan pergantian pengurus.
untuk ketua umum periode 2017-2018 di jabat oleh Teguh Adi Nugroho (CODAT) menggatikan Abdurrahman Al Faqih (DAWIR).

Lihat foto lebih banyak

Susur Desa Calon Anggota Mahapala Bumi

Kegiatan susur desa merupakan kegiatan tahapan wajib yang harus dilakukan oleh calon anggota Mahapala Bumi sebelum DIKLATSAR, peserta diharuskan melakukan longmarch, camping pengenalan alam dan melatih fisik calon anggota dalam pengaplikasian materi pengenalan di dalamnya, serta mempererat tali persaudaraan sesama calon anggota. Kegiatan Susur Desa calon anggota Mahapala Bumi angkatan ke-6 dilaksanakan pada tanggal 16-17 november 2017, di hutan pinus dukuh Sesepan Pruwatan kec. Bumiayu dengan jumlah peserta 22 orang, terdiri dari 9 laki-laki dan 13 perempuan. Yang diharapkan dalam kegiatan susur desa ini, calon anggota Mahapala Bumi mampu mengatasi kendala, mengaplikasikan materi pengenalan dan melatih kekompakan dalam manajemen perjalanan serta mengenal alam lebih dekat.

Salam Lestari …

 

Lihat foto lebih banyak

Pelatihan Tindak Pertolongan di Air dan Pengenalan Bahaya Air

Workshop SAR yang di adakan oleh anggota Mahapala Bumi bersama BPBD Brebes pada hari Kamis – Jumat 09-10 November 2017 di area Waduk Penjalin Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes  telah di laksanakan tanpa kendala ataupun halangan yang berarti, meskipun hujan turun deras tapi tidak menurunkan semangat anggota Mahapala Bumi pada kegiatan yang di sebut Pelatihan Tindak Pertolongan di Air dan Pengenalan Bahaya Air.

Kegiatan ini di ikuti oleh 20 anggota Mahapala Bumi yang di dampingi oleh Relawan Gunung Slamet (RGS) dan Student First Aid Team (SFAT) Bersama BPBD Kabupaten Brebes selaku pemateri. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk anggota yang mampu menguasai  tindak pertolongan di air dan mencetak relawan yang siap mental dan faham tentang pengetahuan tindak pertolongan di air dan bahaya air. Kegiatan ini adalah langkah awal dalam pembentukan SAR MAPALA Universitas Peradaban yang nantinya berada dibawah naungan Mahapala Bumi.

Dari kegiatan yang telah dilaksanakan anggota Mahapala Bumi mendapatkan beberapa pengetahuan dasar dalam tindak pertolongan di air dan bahaya air, di antaranya:

  1. Pendirian tenda pengungsian
  2. Manajemen posko
  3. Olah gerak prahu karet
  4. Teknik penyelamatan di air
  5. Teknik penanganan korban
  6. Simulasi penyelamatan korban di air

 

Lihat foto lebih banyak

 

 

Praktek Materi Pengenalan

Jum’at, 3 November 2017  calon anggota baru Mahapala Bumi melakukan praktek dari materi pengenalan yang telah di dapatkan, diantaranya menejemen packing, instalasi cooking tools, pembuatan kompor parafin, pendirian dan packing tenda. praktek ini di lakukan oleh calon anggota guna bekal tahapan berikutnya, yaitu susur desa. dimana dalam pelaksanaannya para calon anggota atau caang di tuntut untuk mandiri, inisiatif dan saling tolong menolong dalam susur desa.

Lihat foto lebih banyak

 

 

Lomba Lintas Alam Bumiayu (LLAB) 2017

Lomba Lintas Alam Bumiayu yang diselenggarakan oleh Mahapala Bumi di area Waduk Penjalin pada Minggu, 29 Oktober 2017 berjalan lancar, meskipun ada beberapa kendala yang terjadi seperti hujan yang turun setelah beberapa team memasuki garis finish.

Saat di temui tim redaksi, ketua panitia LLAB2017 Aditya Destiyanto (Klenteng) mengucapkan “Terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara ini, seperti Djarum Adventure, Sambel Leyeh, BNI, UKM PAC, Akustik Band dan semuanya saja, karna tak bisa saya sebutkan satu per satu. Saya berharap kerjasama ini tidak berahir hanya karna acara ini berahir.”

Lomba yang diikuti oleh 113 tim ini melewati route yang dimulai dari Lap. Waduk Penjalin menuju arah Dk. Mungguhan di lanjutkan ke arah Pasurupan dan di teruskan ke Pereng, kemudian kembali ke Lap. Waduk Penjalin.

Beberapa peserta mengatakan bahwa jalur kali ini terbilang ekstrim tapi mengasikan, sebagian peserta terpleset karena licinnya route yang dilalui, di tambah lagi dengan guyuran hujan yang meramaikan LLAB kali ini.

Saat semua peserta tiba di garis finish, hujan kembali turun dengan lebat. Meskipun hujan turun tak mengecilkan hati personail Akustik Band dan juga UKM PAC, beberapa peserta pun tetap bergoyang di tengah hujan dan yang turun. Di pengujung acara semuanya lebur menjadi satu saat musik dangdut di mainkan.

Lihat foto lebih banyak

Silaturahmi Perdana Calon Anggota MahapalaBumi

Salam Lestari !
Pada hari Rabu,27 September 2017 ,Mahapala bumi telah mengadakan silaturahmi dan kunjungan perdana calon anggota mahapala bumi yang bertempat di sekre bersama.Kegiatan ini  dihari oleh calon anggota sebanyak 17 orang dan 10 anggota tetap mahapala bumi.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk mengenal anggota mahapalabumi kepada calon anggota dan juga mengenalkan calon anggota yang satu dengan yang lainnya.

MAHAPALA BUMI dalam pencarian hilangnya pendaki di Gunung SLAMET jalur Guci (Moh. Charis munandar)

KRONOLOGI KEJADIAN

pada hari minggu  tanggal 24 september 2017 pukul 21.00 wib telah mendapatkan informasi tentang adanya pendaki gunung yang hilang an.  Moh. Charis munandar, 23 th,  alamat desa Pegirikan kec. Talang.

Daftar pendaki yang naik bersma dengan sdr. M. Charis munandar yaitu :
1. Khusnul aqiqah, perempuan,  21 th,  mahasiswa,  alamat ds. Tegalwangi rt 19/06 kec. Talang tegal
2. Galang bela nusa, lk, 19 th, mahasiswa,  ds. Kalikangkung ,pangkah.
3. Ahmad willy ,18 th, pelajar,  alamat ds. Pegirikan rt 09/03 talang.
4. Rizki reza adam, 17 th,  pelajar, alamat ds. Bedug rt 22/05 pangkah.
5. A. Zubaedi, 27 th,  mahasiswa,  alamat ds. Tembokluwung rt 24/05  adiwerna.
6. Yuli mulyawati, 23 th,  swasta, ds. Pegirikan,talang.
7. Miftah,  25 th,  swasta,  alamat ds. Bogares kidul pangkah.
8. Adi sunanto,  18 th,
Pelajar, alamat ds. Margapadang rt 14/02 tarub.

korban bersama teman2nya mendaki melalui jalur  guci dengan  tidak ijin/ kordinasi dg basecamp resmi ds. Guci yaitu Gupala. korban bersama teman2nya naik dengan guide ( pemandu)  sdr.  Damuri,  50 th,  alamat ds. Guci rt 02/03 kec. Bumijawa.
Kronologis kejadian yaitu:
Rombongan naik pada hari sabtu tanggal 23 september 2017 pukul 20.30 wib, dengan guide sdr. Damuri, kemudian sampai puncak sekitar jam 09.00 pagi, hari minggu 24  september 2017. dan setelah itu korban bersma teman2nya turun, pada saat turun korban meminta izin untuk BAB, dan tak lama dari puncak datang kabut tebal yang menyebabkan terpisahnya rombongan dan hilangnya korban, selanjutnya teman2nya berusaha mencari tapi tidak menemukan tanda apapun.  Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB rombongan turun ke bawah, dan sampai di guci ( di rumah sdr. Damuri di ds. Guci)  pukul 19.00 wib.
Sekira pukul 20.00 wib ,anak2 pecinta alam gupala mendapat informasi bahwa ada pendaki gunung yg tersesat dan kemudian informasi tersebut dicari kebenarannya, setelah mendapatkan informasi yang valid dan telah dipastikan bahwa memang benar ada pendaki yang tersesat, kemudian komunitas ini kumpul di basecamp gupala bersama dengan tim pmi bumijawa dan galawi rescue bersama dengan anggota polsek bumijawa. kemudian dilanjutkan tim kecil dari gupala dan kompak naik ke atas ( mendaki)  untuk melakukan pencarian.
Dengan jumlah tim sebanyak 5 orang.  Dan naik sekitar pukul 01.00 wib.
Sampai dengan Selasa, 26 September 2017 pukul 18.30 masih di lakukan pencarian dengan beberapa personail tambahan dari Mahapala Bumi dan WIPALA yang berangkat pada hari senin 25 September 2017 pukul 17.00 WIB dari basecamp Sawangan Kec. Bumijawa Kab. Tegal dengan 6 personail yaitu:

  1. Dengel (Mahapala Bumi)
  2. kebo (Mahapala Bumi)
  3. pepeng (Wipala)
  4. basuki (Wipala)
  5. reno (warga sawangan)
  6. teman reno (warga sawangan)

kemudian tim dari Mahapala Bumi, WIPALA dan warga sawangan menuju titik terahir korban dinyatakan hilang yaitu batu hitam (setelah puncak), dan melanjutkan pencarian turun ke jalur Guci bersama tim SAR dan relawan dari Gupala, sampai di pos 5 jalur guci pukul 16.30 WIB tim mendapat informasi yang menyatakan bahwa korban di temukan dengan selamat di pos 3 oleh bang Gepeng dari Gupala yang membuat semua tim bersorak gembira.

selanjutnya korban di bawa turun, dan sampai basecamp Guci pukul 21.30 WIB, korban di sambut gembira oleh teman teman dan guide yang melakukan pendakian bersama, guide yang membawa rombongan tersebut meminta maaf karna melakukan pendakian tidak sesuai dengan peraturan yang di berlakukan di basecamp tersebut.

tim Mahapala Bumi dan Wipala setelah melakukan pencarian

pemriksaan kesehatan korban di puskesmas bumijawa

*tak banyak dokumentasi yang dapat di ambil, karena kondisi tidak memungkinkan untuk mengambil dokumentasi.